Di era sekarang, jadi fashionista nggak cuma soal punya banyak baju trendy atau selalu update OOTD di Instagram. Lebih dari itu, menjadi fashionista yang keren sekarang artinya juga pintar memilih gaya yang ramah lingkungan. Fast fashion memang murah dan cepat berubah, tapi dampaknya ke bumi nggak main-main: limbah tekstil, polusi air, dan karbon emisi yang gede banget.

Tenang, kamu tetap bisa tampil kece tanpa harus merusak planet. Berikut beberapa tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan untuk jadi fashionista eco-friendly!

1. Bangun Capsule Wardrobe yang Minimalis tapi Fleksibel

Kunci utama sustainable fashion adalah punya sedikit baju, tapi semuanya bisa dipadupadankan dengan mudah. Pilih item basic berkualitas tinggi yang timeless: kemeja putih oversized, celana jeans high-waist, blazer netral, dress midi simpel, dan sepatu sneakers putih.

Dengan 30-40 item saja, kamu bisa bikin ratusan kombinasi berbeda. Hasilnya? Lebih jarang beli baju baru, dompet lebih aman, dan lemari nggak penuh sesak.

Capsule Wardrobe Curation → Area → Resource 4

lifestyle.sustainability-directory.com

Versatile Capsule Wardrobe → Area → Sustainability

lifestyle.sustainability-directory.com

2. Prioritaskan Thrifting & Pre-loved Fashion

Salah satu cara paling seru dan murah untuk tetap stylish adalah berburu di pasar loak, thrift shop, atau platform preloved seperti Instagram/Carousell/Tokopedia Preloved. Banyak item branded atau desainer yang masih bagus banget dengan harga 1/3 bahkan 1/10 harga asli.

Selain itu, thrifting bikin kamu punya style yang unik—nggak pasaran!

Versatile Clothing Basics → Area → Resource 2

lifestyle.sustainability-directory.com

Pre Owned Clothing Thrifting → Area → Resource 3

lifestyle.sustainability-directory.com

3. Belajar Upcycling & Repair Baju Sendiri

Baju lama yang warnanya pudar atau robek kecil? Jangan langsung buang! Coba upcycle: potong jadi crop top, tambah patch kain, ganti kancing, atau suling jadi tas. Banyak tutorial mudah di YouTube atau TikTok.

Kalau nggak jago jahit, bawa ke tukang jahit langganan—biayanya murah dan baju kesayangan jadi awet lagi.

What Is the Difference between Donating, Recycling, and Upcycling ...

lifestyle.sustainability-directory.com

What Is the Difference between Donating, Recycling, and Upcycling …

4. Pilih Brand yang Benar-Benar Sustainable

Saat harus beli baru, cari brand yang transparan soal bahan dan proses produksi. Beberapa contoh yang populer: baju dari bahan organik cotton, linen, hemp, Tencel, atau recycled polyester. Hindari fast fashion besar yang greenwashing (pura-pura ramah lingkungan).

Tips cepat: cek label “GOTS certified”, “Fair Trade”, atau “B Corp”. Di Indonesia juga sudah banyak brand lokal keren yang fokus sustainable, seperti yang pakai tenun, batik natural, atau upcycled material.

10 fashion brands that focus on sustainability

brushwithbamboo.com

Sustainable Fashion Choices → Area → Resource 2

lifestyle.sustainability-directory.com

5. Aksesoris Juga Harus Eco-Friendly

Jangan lupa aksesoris! Pilih tas dari kain tenun, anyaman pandan, atau kulit vegan. Perhiasan dari bahan daur ulang seperti tembaga, silver recycled, atau batu alam. Bahkan scrunchie dari kain sisa potongan baju bisa jadi statement piece yang lucu.

Copper Jewelry: Eco-Friendly & Sustainable by John S Brana

johnsbrana.com

Copper Jewelry: Eco-Friendly & Sustainable by John S Brana

6. Mindset “Buy Less, Choose Well, Make It Last”

Ini motto paling penting dari Vivienne Westwood. Sebelum beli, tanya diri sendiri:

  • Apakah aku benar-benar butuh ini?
  • Bisa dipakai minimal 30 kali?
  • Bahan dan produksinya ramah lingkungan nggak?

Kalau jawabannya ragu, skip aja. Lebih baik investasi di satu barang bagus daripada beli 5 barang murah yang cepat rusak.

Menjadi fashionista yang peduli lingkungan sebenarnya nggak ribet dan nggak mahal. Malah seringkali lebih hemat dan bikin style-mu jauh lebih personal. Mulai dari langkah kecil hari ini, seperti cek lemari dan pilah baju yang jarang dipakai, lalu donasikan atau jual preloved.

Kamu siap jadi fashionista hijau? Share di kolom komentar, apa langkah pertama yang bakal kamu coba!

Semoga artikel ini membantu blogmu makin ramai ya, Villa! Kalau mau revisi atau tambah bagian tertentu, bilang aja. 💚


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *